Makro Ekonomi
Eskalasi Amerika vs Iran: Damaikah?
Oleh Admin
27 February 2026 • 10x dibaca
Mediator Oman menyampaikan hasil pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung di Jenewa, Swiss, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta penumpukan kekuatan militer AS di kawasan tersebut. Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, mengonfirmasi bahwa dialog antara utusan Presiden Donald Trump dan delegasi Teheran berlangsung intens sejak pagi hingga sore dan menghasilkan kemajuan dalam proses negosiasi.
Albusaidi menyebut pertemuan tersebut menghasilkan kerangka komunikasi yang lebih jelas dibandingkan putaran sebelumnya. Kedua negara dilaporkan saling bertukar gagasan konstruktif guna mencari jalan keluar atas kebuntuan isu nuklir yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Meski demikian, mediator menegaskan bahwa masih terdapat hambatan penting sebelum kesepakatan final dapat tercapai, sementara komunikasi akan berlanjut ke tahap teknis di Wina pada pekan depan.
Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi mengakui adanya titik temu pada sejumlah isu sekaligus perbedaan pada isu krusial lainnya. Ia menegaskan bahwa posisi Teheran tetap konsisten menuntut pencabutan sanksi ekonomi AS, sembari mempertahankan hak nuklir Iran. Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan putaran negosiasi berikutnya dalam waktu kurang dari satu minggu.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump terus meningkatkan tekanan dengan menetapkan tenggat singkat bagi Iran untuk mencapai kesepakatan baru serta memperingatkan konsekuensi militer jika diplomasi gagal. Presiden Iran Masoud Pezeshkian berupaya meredakan ketegangan dengan menegaskan bahwa program nuklir negaranya tidak ditujukan untuk militer, merujuk pada ketetapan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang melarang pengembangan senjata pemusnah massal.