Makro Ekonomi

Kementerian Keuangan Sepekan

Oleh Admin 07 April 2026 • 12x dibaca
Dalam sepekan terakhir, Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat sejumlah agenda strategis yang menegaskan peranannya dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu kegiatan utama adalah penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 (unaudited) kepada BPK RI sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBN. Pemerintah menekankan bahwa APBN tetap berfungsi sebagai shock absorber di tengah ketidakpastian global, dengan defisit yang tetap terkendali.

Selain itu, Menteri Keuangan juga melakukan berbagai pertemuan bilateral dan sektoral untuk memperkuat kerja sama ekonomi. Dalam pertemuan dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, dibahas peluang peningkatan kolaborasi di bidang perdagangan internasional dan pengembangan sumber daya manusia. Upaya ini dipandang penting untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Di sisi domestik, Kementerian Keuangan juga mendorong penguatan sektor industri melalui dialog dengan pelaku usaha, termasuk asosiasi tekstil dan garmen. Fokus pembahasan mencakup tantangan industri, dukungan pembiayaan, serta pengetatan pengawasan terhadap impor ilegal. Tak hanya itu, penguatan tata kelola investasi juga dilakukan melalui pelantikan anggota Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (INA), guna memastikan peran lembaga tersebut sebagai katalis investasi nasional semakin optimal.