Saham & Investasi

Perang Dagang Mencuat, Emas Tidak Kuat

Oleh Admin 24 February 2026 • 10x dibaca
Harga emas mengalami penurunan lebih dari 1% ke sekitar $5.160 per ons pada hari Selasa, setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut. Pelemahan ini terjadi karena pelaku pasar kembali menilai dampak kebijakan tarif baru serta ketidakpastian geopolitik global.

Pemerintahan Donald Trump dilaporkan berupaya menghidupkan kembali agenda tarif internasionalnya menyusul keputusan Mahkamah Agung pekan lalu yang memblokir sebagian besar bea impor yang diberlakukan tahun sebelumnya. Menanggapi putusan tersebut, Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10% yang mulai berlaku hari ini, dengan peringatan bahwa tarif tersebut dapat dinaikkan hingga 15%.

Sehari sebelumnya, Trump juga mengingatkan kemungkinan penerapan bea yang lebih tinggi terhadap negara-negara yang dinilai tidak mematuhi kesepakatan perdagangan yang ada. Situasi ini mendorong sejumlah mitra dagang untuk meninjau ulang posisi mereka.

Uni Eropa dilaporkan menghentikan proses ratifikasi perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat, sementara India memilih menunda pembicaraan perdagangan bilateral. Di sisi geopolitik, perhatian pasar tetap tertuju pada kelanjutan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis.