Makro Ekonomi
USD Kembali Sideways
Oleh Admin
17 April 2026 • 8x dibaca
Indeks dolar AS dilaporkan stabil di atas level 98 pada akhir pekan, namun masih berada dalam tren pelemahan untuk minggu ketiga berturut-turut. Kondisi ini dipengaruhi oleh meredanya permintaan aset safe-haven seiring meningkatnya harapan akan berakhirnya konflik antara AS dan Iran. Selain itu, kekhawatiran inflasi yang sebelumnya dipicu oleh gejolak pasar energi mulai mereda, turut menekan kekuatan dolar.
Dalam perkembangan terbaru, Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir. Ia mengklaim bahwa Teheran telah menyetujui sejumlah syarat, termasuk menghentikan ambisi nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz. Trump juga mengumumkan adanya gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang dinilai dapat membuka jalan bagi negosiasi lanjutan antara AS dan Iran serta meningkatkan stabilitas kawasan.
Di sisi lain, penurunan harga minyak terus berlanjut dan membantu meredam ekspektasi inflasi global. Hal ini mengurangi tekanan terhadap Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneter. Presiden Fed New York, John Williams, menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi yang meningkat kemungkinan akan membatasi panduan kebijakan ke depan, meskipun dalam jangka panjang masih terdapat proyeksi penurunan suku bunga.